BPJSTK-Pemkot Bitung Lindungi Pekerja Rentan Melalui Tali Kasih

Manado, – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melindungi ribuan pekerja rentan atau bukan penerima upah melalui Program Tali Kasih.

“Kami memberikan apresiasi Kepada Pemkot Bitung yang terus berinovasi untuk melindungi pekerjanya,” kata Kepala BPJSTK Cabang Manado Tri Chandra Kartika di Manado, Kamis.

Dia mengatakan program Tali Kasih yang digagas langsung oleh Wali Kota Bitung Max Lomban dalam memberikan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja pekerja rentan atau pekerja informal.

“Pekerja yang akan dilindungi seperti tukang becak, pedagang, nelayan dalam perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dengan iuran sebesar Rp16.800 per orang,” katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi ke Pemerintah Kota Bitung atas inovasinya dengan melibatkan pejabat pemerintah untuk bersedekah atau berdiakonia, dengan menyisihkan penghasilannya untuk membantu masyarakat pekerja yang tidak mampu untuk mendapatkan jaminan sosial.

“Perlindungan yang diberikan melalui Program Tali Kasih akan diberikan sampai dengan 5000 pekerja rentan di Kota Bitung,” katanya.

Saat ini, katanya implementasi Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Kota Bitung sudah sampai dengan perlindungan di tingkat Non ASN dan Aparatur Lingkungan RT/RW.

“Sehingga Pemerintah Kota Bitung Tahun 2018 masuk nominasi anugerah paritrana yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan,” katanya.

Lomban mengatakan Pemerintah Kota Bitung senantiasa berusaha membuat warganya agar tidak hidup miskin. Untuk itu diadakan berbagai program yang manfaatnya langsung menyentuh masyarakat diantaranya di bidang Pendidikan dan Kesehatan. 

Program ini sumbernya bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bitung tetapi merupakan suatu wujud kepedulian dari seluruh pejabat pemerintah sebagai sedekah atau diakonia yang dikumpulkan dan diserahkan dalam bentuk Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat dirasakan langsung oleh para pekerja informal yang ada di Kota Bitung.

Lomban juga mengatakan dari kuota yang direncanakan pada tahun 2019 ini, sudah terdaftar sebanyak 1037 orang dan pada Tahap I akan diserahkan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi 597 orang Peserta Pekerja Sektor Informal, sebagai berikut: 347 Tukang Ojek, 47 Tukang Kayu, 12 Tukang Batu, 1 Tukang Bangunan, 73 Buruh Harian Lepas, 19 Sopir, 2 Buruh Tani, 1 Pedagang, 85 Guru Paud, 10 Nelayan. 

Diharapkan program ini dapat membantu memudahkan para pekerja sektor informal untuk lebih percaya diri dan semangat dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kapasitas Pembangunan dan Ekonomi Kota Bitung, stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat serta dapat menunjang Bitung sebagai Kota Pariwisata (Ant)